Jumat, 12 April 2013

Unsur Sulfur (S)


Sejarah Sulfur:

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang  pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis.  Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan 
multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu,korek api, insektisida dan fungisida. Belerang dikenal masyarakat (khususnya para petani) adalah sejenis bahan untuk digunakan pembasmi tikus. Dengan alat khusus, belerang diubah untuk menjadi asap yang dimasukkan pada lubang-lubang tikus di persawahan, sehingga tikus dibuatnya semaput. Manfaat belerang padahal cukup banyak khususnya untuk dunia industri.



Kegunaan :

Belerang merupakan bahan hasil tambang yang baunya sangat menyengat,bahan tersebut memiliki khasiat bagi tubuh manusia, antara lain;
·                     mengobati dari luka bekas gigitan binatang berbisa. Boleh juga belerang yang sudah dibuat korek api tumbuk sampai halus dan masukan ke lubang bekas gigitan, lalu bakarlah.
·                     obat gatal-gatal pada kulit. ambil belerang sebesar ibu jari, lalu gerus bersama 3 butir merica dan setengah buah pala. Setelah halus, aduklah dengan sesendok makan minyak tanah dan air. Oleskan pada bagian tubuh yang diserang gatal-gatal
·                     Menghilangkan panu/kurap yang menghiasi kulit. Setelah belerang dihaluskan, campurlah dengan minyak goring lalu aduklah sampai rata. Oleskan pada bagian kulit yang berpanu atau kurap. Lakukan sesering mungkin
·                     Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Digunakan untuk membuat asam belerang (H2SO4), untuk pupuk, penghalus minyak, bahan kimia, metallurgi. Di samping itu dapat digunakan untuk cat, ebonite (camp dengan karet), tekstil, cairan sulfida, C2S, debu anti serangga, pengawet kayu, pabrik kertas, korek api, obat-obatan
Belerang banyak digunakan di industri pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, accu, industri kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi baja.
1. Untuk pabrik gula
Syarat : 99,5-99,9 % S, 0,05% As (mak), 0,5% H2O (Mak), 0,1% Bitumen (Mak), 0,1% Abu (mak), sisa bakar 1% (mak)
2. Pabrik Super fosfat
Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat.  Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asam sulfat, bahan kimia yang sangat penting.
Syarat: 99,7-99,8% S, 00,1-00,5% bitumen, 0,04-0,05% abu, 0,06-0,1% H2O
3. Industri ban
99,9% S, 0,01% abu, 0,01% air, 0,04%H2SO4, matter 0,04% CS2, uk butir 325 mesh
4. Industri kimia
99,8% S, Bitumen 130 ppm, 1,52% air, 0,009% abu, 0,0008% Fe2O3
Belerang juga digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering.  Belerang merupakan insultor yang baik.

Tempat Terdapatnya :

1. Jabar : Gunung Tangkuban perahu, Danau Putri, Galunggung, Ceremai, Telaga bodas   
2. Jateng : Gunung Dieng                        
3. Jatim : Gunung Arjuno, welirang    
4. Sumut : Gunung Namora
5. Sulut : Gunung Mahawu, Soputan  
6. Lampung
7. Maluku : Pulau Damar

Pembuatan:

Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah  Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.

Teori Terbentuknya Belerang:

1. Teori Bischof
Sulfur berasal dr H2S, dimana H2S berasal dr proses reduksi thd CaSO4 oleh karbon methan
CaSO4 + C + CaS + 2CO2
CaSO4 + CH4 + CaS + CO2 + 2H2O
CaS + CO+ H2 + CaCO3 + H2S
2H2S + O2 + 2H2O + 2S
atau
2H2S + CaSO4 + 4S + Ca(OH)2 + H2O

2. Belerang berasal dr suatu dome dibtk dr suatu bakteri De Sulfovibri de Sulfurcanc. Sulfat diubah oleh bakteri mjd sulfit dan akhirnya menghasilkan sulfur
3. Belerang terdpt pd gypsum yg diendapkan langsung dr poly sulfit
4. Belerang erat kaitannya dgn kegiatan gunung berapi, mrpkn hsl sublimasi sulfatara atau fumarol, juga akibat dr gas-gas/ larutan yg mengandung belerang dr dlm bumi
a. Tipe sublimasi terdpt didkt danau kawah dgn kadar 70-99,9% S
b. Tipe Lumpur terdpt dekat kawah dgn kadar 40-60%S
c. Tipe kerak terdpt disekitar kawah dgn kadar 20-50% S


Sifat-sifat:

Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida).  Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran.  Dengan bentuk yang berbeda-beda,  akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian  99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.

Unsur Tembaga (Cu)


Cu (Tembaga)

29
nikel ← tembaga → zink
-

Cu

Ag
Umum
tembaga, Cu, 29
114d
logam merah jambu
Jisim atom
63.546(3) g/mol
Konfigurasi elektron
[Ar] 3d10 4s1
Bilangan elektron per petala
2, 8, 18, 1
Sifat fizikal
Keadaan
Ketumpatan (sekitar suhu bilik)
8.96 g/cm³
Ketumpatan cecair pada takat lebur
8.02 g/cm³
1357.77 K
(1084.62 °
C, 1984.32 °F)
Takat didih
2835 K
(2562 °C, 4643 °F)
Haba pelakuran
13.26 kJ/mol
Haba pengewapan
300.4 kJ/mol
Muatan haba
(25 °C) 24.440 J/(mol·K)
P/Pa
1
10
100
1 k
10 k
100 k
pada T/K
1509
1661
1850
2089
2404
2836
Sifat atom
Struktur hablur
kubus berpusat muka
2, 1
(oksida bes lemah)
Keelektronegatifan
1.90 (skala Pauling)
pertama: 745.5 kJ/mol
kedua: 1957.9 kJ/mol
ketiga: 3555 kJ/mol
Jejari atom
135 pm
Jejari atom (kiraan)
145 pm
Jejari kovalen
138 pm
Lain-lain
Sifat kemagnetan
Rintangan elektrik
(20 °C) 16.78 nΩ·m
(300 K) 401 W/(m·K)
Pengembangan terma
(25 °C) 16.5 µm/(m·K)
Kelajuan bunyi (rod halus)
(suhu bilik) (disepuh lindap)
3810 m/s
Modulus Young
130 GPa
Modulus ricih
48 GPa
140 GPa
Nisbah Poisson
0.34
Skala kekerasan Mohs
3.0
Kekerasan Vickers
369 MPa
Kekerasan Brinell
874 MPa
7440-50-8
Isotop
DE (MeV)
63Cu
69.17%
Cu stabil dengan 34 neutron
65Cu
30.83%
Cu stabil dengan 36 neutron





Tembaga ketika sedikit melepasi takat leburnya mengekalkan warna kilauan merah jambu apabila cahaya yang mencukupi (dalam kes ini daripada denyar atau pancaran kamera) dipancarkan ke atas warna pijar jingganya.

Tembaga wujud sebagai bahan yang memiliki ikatan logam, menyebabkannya mempunyai beraneka jenis sifat-sifat kelogaman
Atap tembaga pada Dewan Bandaraya Minneapolis

Jongkong tembaga kuno daripada ZakrosCretedibentuk seperti kulit binatang yang memang menjadi kelaziman pada zaman tersebut.

Simbol ahli alkimia bagi tembaga
Tembaga (daripada Bahasa Sanskrit: tàmra) atau kuprum (L.: Cuprum) adalah unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Cu dan nombor atom 29. Ia merupakan logam mulur yang mempunyai kekonduksian elektrik yang sangat baik, dan digunakan secara meluas sebagai pengalir elektrik, bahan pembinaan, dan sebagai juzuk sesetengah aloi.

Sifat-sifat utama
Tembaga adalah logam kemerahan, dengan pengalir eletrik dan pengalir haba yang baik (antara semua logam-logam tulen dalam suhu bilik, hanya perak mempunyai kekonduksian elektrik yang lebih tinggi daripadanya). Apabila dioksidakan, tembaga adalah bes lemah. Tembaga memiliki ciri warnanya itu oleh sebab struktur jalurnya, iaitu ia memantulkan cahaya merah dan jingga dan menyerap frekuensi-frekuensi lain dalam spektrum tampak. Bandingkan ciri-ciri optik ini dengan ciri-ciri optik perakemas dan aluminium.
Tembaga terletak dalam keluarga yang sama seperti perak dan emas dalam jadual berkala, oleh itu ia mempunyai sifat-sifat yang serupa dengan kedua-dua logam itu. Kesemuanya mempunyai kekonduksian elektrik dan haba yang tinggi. Kesemua adalah logam yang mudah tertempa. Dalam keadaan cecair, suatu permukaan jelas (apabila tiada cahaya sekitar) logam itu kelihatan agak kehijauan, dan begitu juga dengan emas. Perak tidak memiliki sifat ini, maka ia bukan merupakan warna pelengkap untuk warna pijar jingga. Apabila tembaga lebur berada dalam keadaan cahaya terang, kita dapat melihat kilau merah jambunya. Logam lebur tembaga tidak membasahkan permukaan dan mempunyai tegangan permukaan yang sangat kuat dan membentuk titisan hampir sfera apabila dituangkan atas suatu permukaan.
Tembaga tidak larut dalam air (H2O) dan isopropanol, atau isopropil alkohol.
Terdapatnya dua isotop stabil, 63Cu dan 65Cu, dan berpuluhan jenis radioisotop. Kebanyakan radioisotop-radioisotop ini mempunyai separuh hayat pada tertib minit atau kurang daripada itu; dan yang mempunyai hayat terpanjang, 64Cu, mempunyai separah hayat selama 12.7 jam, dengan dua mod reputan, menjurus kepada dua hasil yang berbeza.
Terdapat sebilangan jenis aloi tembaga—logam spekulum adalah aloi tembaga/timah, loyang adalah aloi tembaga/zink, dan gangsa adalah aloi tembaga/timah. Logam monel merupakan aloi tembaga/nikel, dan juga dipanggil kupronikel. Sementara gangsa biasanya merujuk kepada aloi tembaga/timah, ia juga merupakan istilah umum bagi bermacam-macam jenis aloi tembaga, contohnya gangsa aluminium, gangsa silikon, dan gangsa mangan.
Ketulenan tembaga dinyatakan sebagai 4N bagi yang mempunyai ketulenan 99.9999% dan 7N bagi 99.9999999%. Angka menunjukkan bilangan nombor sembilan selepas titik perpuluhan.


Penggunaan
Tembaga adalah boleh tempa dan mulur, pengalir haba yang baik, dan apabila sangat tulen, merupakan pengalir elektrik yang baik.
Ia digunakan secara meluas, dalam hasil keluaran seperti:
·         Elektronik:
·         Wayar tembaga.
·         Elektromagnet.
·         Mesin elektrik, terutamanya motor elektromagnet dan penjana.
·         Geganti elektrik, palang bas elektrik, dan suis elektrik.
·         Tiub vakumtiub sinar katod, dan magnetron dalam ketuhar gelombang mikro.
·         Pandu gelombang untuk sinaran gelombang mikro.
·         Litar bersepadu, semakin banyak menggantikan aluminium oleh sebab kekonduksiannya yang lebih baik.
·         Sebagai bahan dalam pembikinan penenggelam haba komputer, kerana keupayaan pelesapan haba yang lebih baik berbandingaluminium.
·         Kejuruteraan struktur:
·         PatungStatue of Liberty, contohnya, mengandungi 179,200 paun (81.3 tan) tembaga.
·         Dialoikan bersama nikel, sebagai contoh kupronikel dan Monel, digunakan sebagai bahan tahan kakisan dalam perusahaan membuat kapal.
·         Enjin stim Watt.
·         Barang keluaran rumah:
·         Kerja paip menggunakan tembaga.
·         Tombol pintu dan lekapan-lekapan lain dalam rumah.
·         Pengatapan, peparitan, pemancut air dalam bangunan.
·         Perkakas memasak, seperti kuali leper.
·         Kebanyakan kutleri (pisaugarpusudu) mengandungi sedikit tembaga (perak nikel).
·         Perak sterling, sekiranya digunakan sebagai peralatan makan malam, akan mengandungi beberapa peratus tembaga.
·         Tembaga kadang kala digunakan oleh orang Inuit untuk membuat bilah pemotong untuk ulu.

·         Pensyilingan:
·         Sebagai juzuk dalam duit syiling, biasanya dalam bentuk aloi kupronikel.
·         Duit syiling Malaysia yang bernilai 50 sen, 20 sen, 10 sen dan 5 sen mengandungi komposisi 75% tembaga dan 25% nikel. Duit syiling RM 1 yang tidak lagi diedarkan mengandungi komposisi 84% tembaga, 12% zink dan 4% timah.
·         Syiling Euro terdiri daripada bermacam jenis aloi tembaga
·         Penggunaan dalam bidang bioperubatan:
·         Sebagai permukaan biostatik dalam hospital, dan untuk melapik bahagian-bahagian dalam kapal laut untuk melindunginya daripada teritip dan kupang, pada asalnya digunakan dalam keadaan tulen, tetapi telah digantikan dengan logam MuntzBakteria tidak dapat tumbuh pada permukaan tembaga kerana ia adalah biostatik. Tombol pintu tembaga digunakan oleh pihak hospital untuk mengurangkan penyebaran penyakit, dan penyebaran Penyakit Legion disekat dengan menggunakan tiub tembaga dalam sistem penghawa udara.
·         Kuprum(II) sulfat digunakan sebagai racun kulat dan pengawal alga dalam tasik dan kolam perumahan. Ia digunakan dalam serbuk dan semburan kebun untuk membunuh kulapuk.
·         Penggunaan dalam bidang kimia:
·         Sebatian, contohnya larutan Fehling, mempunyai kegunaan dalam bidang kimia.
·         Sebagai juzuk dalam sepuh seramik, dan untuk mewarnakan kaca.
·         Lain-lain:
·         Alat muzik, terutamanya bras dan simbal.

Sejarah
Pada zaman Yunani, logam ini dikenal dengan nama chalkos (χαλκός). Tembaga merupakan sumber penting bagi orang-orang Rom dan Yunani. Pada zaman Rom, ia dikenali sebagai aes Cyprium (aesmerupakan istilah umum Latin bagi aloi tembaga seperti gangsa dan logam-logam lain, dan Cypriumkerana kebanyakannya dilombong di Cyprus.) Daripada itu, perkataan ini menjadi cuprum dan dalam Bahasa Melayu kuprum. Perkataan tembaga pula berasal dari perkataan Sanskrit bagi tembaga iaitu tàmra.[1]
Tembaga dikaitkan dengan dewi Aphrodite/Venus dalam mitologi dan alkimia, kerana rupanya yang cantik berkilau, kegunaan lamanya dalam pembuatan cermin, dan pengaitannya dengan Cyprus, tempat yang suci bagi dewi tersebut. Dalam bidang alkimia, simbol bagi tembaga adalah juga simbol yang digunakan untuk planet Venus.
Tembaga dalam bentuk aslinya adalah salah satu daripada hanya sebilangan logam yang wujud secara semula jadi sebagai mineral yang tidak bersebati. Tembaga diketahui oleh manusia daripada tamadun yang paling lama pernah dicatatkan, dan mempunyai sejarah penggunaan sekurang-kurangnya 10,000 tahun lamanya. Satu loket tembaga ditemui di kawasan yang pada masa kininya Iraq utara dan bertarikh 8700 SM. Pada sekitar 5000 SM, terdapat tanda-tanda peleburan tembaga, penyarian tembaga daripada sebatian tembaga ringkas seperti malakitatau azurit. Antara tapak-tapak arkeologi seperti di Anatolia, Çatal Höyük (~6000 SM) menunjukkan artifak manik-manik tembaga asli dan plumbum yang telah dilebur, tetapi tiada tembaga yang dilebur. Can Hasan pula (~5000 SM) mempunyai laluan kepada tembaga lebur; dalam tapak ini dijumpai artifak tembaga tuang tertua pernah diketahui, iaitu sebuah cokmar kepala tembaga.
Peleburan tembaga nampaknya telah berkembang secara berasingan dalam beberapa bahagian dunia. Di samping perkembangan di Anatolia pada 5000 SM, ia dikembangkan di China sebelum 2800 SM, Amerika Tengah sekitar 600 TM, dan Afrika Barat sekitar 900 TM.[2]
Terdapat artifak-artifak tembaga dan gangsa daripada kota-kota Sumeria yang bertarikh 3000 SM, manakala artifak-artifak Mesir dalam bentuk tembaga dan tembaga yang dialoikan bersama timah juga mempunyai usia yang sama. Dalam satu piramid, satu sistem pempaipan tembaga ditemui berusia 5000 tahun.
Orang-orang Mesir mendapati bahawa dengan mencampurkan sejumlah kecil timah akan membuatkan logam tembaga lebih mudah untuk dituang, oleh itu aloi gangsa ditemui di Mesir hampir-hampir sewaktu dengan penemuan tembaga. Penggunaan tembaga dalam zaman China kuno bertarikh sekurang-kurangnya 2000 SM. Pada 1200 SM, gangsa-gangsa yang baik mutunya telah dihasilkan di China. Perhatikan bahawa tarikh-tarikh ini dipengaruhi oleh waktu-waktu peperangan dan penaklukan, kerana tembaga sangat mudah untuk dilebur dan digunakan kembali. Di Eropah, Oetzi si orang Ais, mayat lelaki yang diawet dengan baik yang bertarikh 3200 SM, ditemui dengan kapak berbucu tembaga yang berketulenan 99.7%. Kandungan tinggi arsenik pada rambutnya mencadangkan bahawa dia terlibat dalam peleburan tembaga. Loyang, sejenis aloi zink dan tembaga, diketahui oleh orang Yunani tetapi julung kali digunakan dengan meluasnya oleh orang Rom.
Penggunaan gangsa sangatlah berleluasa pada suatu zaman ketamadunanan sehinggakan ia dinamakan Zaman Gangsa. Zaman peralihan dalam sebahagian kawasan antara zaman Neolitik yang sebelumnya dan Zaman Gangsa, adalah dinamakan Kalkolitik, iaitu beberapa peralatan tembaga berketulenan tinggi digunakan bersama-sama dengan peralatan batu.
Di Asia Tenggara, tapak arkeologi di Phumi Mlu PreyKemboja menemui tanda-tanda kegiatan penuangan gangsa dan besi yang diusahakan sebelum abad pertama Masihi. Di tapak tamadun Dong SonVietnam pula terdapatnya artifak-artifak gangsa yang bertarikh antara 500 SM ke 100 SM. Di Malaysia, artifak gangsa tertua ditemui di daerah Klang dalam bentuk genta {loceng) manakala artifak tembaga tetua iaitu sebuah gong, yang ditemui di Terengganu.

sejarah perlombongan tembaga
Tembaga telah dilombong sejak beberapa kurun lamanya. Di rantau Asia Tenggara contohnya, kawasan yang menjadi tapak perlombongan tembaga prasejarah terletak di Phu Lon pada Sungai MekongThailand yang bertarikh kira-kira 1500 S.M. Tapak ini menjadi sumber penting tembaga bagi liputan yang meluas dalam Asia Tenggara.
Di Malaysia, perlombongan tembaga secara komersil bermula pada tahun 1975 di MamutSabah. Setelah ditutup pada tahun 1999, perlombongan tembaga di Mamut mendatangkan hasil sebanyak 133.9 juta ton bijih tembaga sepanjang tempoh perlombongan. [4]

peranan biologi
Tembaga atau kuprum adalah penting bagi semua haiwan dan tumbuhan peringkat tinggi. Tembaga diangkut paling banyak dalam aliran darah oleh sejenis protein plasma yang dipanggil seruloplasmin. Apabila tembaga pertama kali dicerap di dalam perut, ia diangkut kehati dan terikat pada albumin. Tembaga dijumpai pada bermacam jenis enzim, termasuk sitokrom c oksidase yang berpusatkan tembaga dan enzim superoksida dismutase (mengandungi tembaga dan zink). Di samping peranan enzimnya, tembaga juga digunakan untuk pengangkutan elektron biologi. Protein tembaga biru yang terlibat dalam pengangkutan elektron termasuklah azurin danplastosianin. Nama tembaga biru berasal daripada warna biru kuat yang terhasil akibat jalur penyerapan pengangkutan cas ligan ke logam sekitar 600 nm.
Kebanyakan moluska dan sesetengah antropoda seperti belangkas menggunakan pigmen hemosianinnya yang mengandungi tembaga, berbanding dengan hemoglobin yang mengandungi besi, untuk pengangkutan oksigen, oleh itu darahnya berwarna biru dan bukan merah apabila dioksigenkan. Dipercayai bahawa zink dan tembaga bersaing untuk penyerapan dalam saluran pencernaan, sehingga menyebabkan kelebihan salah satu mineral tersebut dalam diet pemakanan menjurus kepada kekurangan mineral yang satu lagi. RDAtembaga untuk seorang dewasa yang sihat adalah 0.9 mg sehari.

Ketoksikan
Semua sebatian kuprum, melainkan yang diketahui, haruslah dirawat seperti ianya toksik. Tiga puluh gram kuprum sulfat boleh membawa maut kepada manusia. Cadangan tahap kuprum yang selamat dalam air minuman bagi manusia berbeza-beza mengikut sumber, tetapi biasanya dipancang pada 1.5 ke 2 mg/L. Tahap Pengambilan Atas yang boleh diterima bagi seorang dewasa dalamrujukan pengambilan diet untuk diet tembaga daripada kesemua sumber-sumber adalah 10 mg/hari. Sekiranya keracunan, tembaga boleh merencat enzim dihidrofil hidratase, sejenis enzim yang terlibat dalam hemopoiesis, iaitu proses pembentukan sel-sel darah.
Sebahagian besar ketoksikan tembaga datang daripada kemampuannya untuk menerima dan menderma elektron tunggal apabila ia mengubah keadaan pengoksidaan. Ini memangkinkan penghasilan ion radikal yang sangat reaktif seperti radikal hidroksil dalam cara yang serupa seperti kimia Fenton. Aktiviti mangkin tembaga digunakan oleh enzim yang berkaitan dengannya, oleh itu adalah toksik hanya apabila tidak tersekuester dan tanpa perantaraan. Peningkatan dalam radikal reaktif tanpa perantaraan diberi istilah umumtegasan okisidaan dan merupakan bidang pengajian yang aktif dalam bermacam jenis penyakit yang melibatkan tembaga sebagai penyebab utama dan lebih ketara daripada ketoksikan akut.
Sejenis keadaan yang diwarisi yang dipanggil penyakit Wilson menyebabkan tubuh menyimpan tembaga, kerana ia tidak dikumuh olehhati ke dalam hempedu. Penyakit ini, jika tidak dirawati, boleh menjurus kepada kerosakan otak dan hati. Tambahan pula, kajian menunjukkan bahawa orang yang mengalami sakit jiwa seperti skizofrenia mempunyai tahap tembaga yang tinggi dalam sistem mereka. Akan tetapi pada masa ini, kita masih tidak mengetahui sama ada tembaga menyumbang kepada penyakit jiwa, atau tubuh cuba untuk menyimpan lebih tembaga sebagai tindak balas kepada penyakit, atau tahap tinggi tembaga adalah akibat daripada penyakit jiwa itu.
Tahap tembaga yang tinggi dalam air juga dapat merosakkan kehidupan laut. Kesan yang diperhatikan akibat kepekatan tinggi tembaga dalam ikan dan makhluk hidupan lain adalah kerosakan pada insang, hati, ginjal, dan sistem saraf.


Bahaya-bahaya lain
Logam ini, apabila dalam keadaan serbuk, adalah bahaya api. Pada kepekatan lebih daripada 1 mg/L, tembaga boleh mengotorkan pakaian dan benda-benda yang dicuci dalam air.







Kewujudan
Chuquicamata (Chile). Lombong tembaga terdedah yang terbesar di dunia.
Negara penghasil bijih tembaga utama adalah ChileAmerika SyarikatIndonesiaAustralia,PeruRussiaKanadaChinaPolandKazakhstan dan Mexico[1]
Tembaga boleh didapati sebagai tembaga asli dalam bentuk mineral. Mineral seperti sulfida:kalkopirit (CuFeS2), bornit (Cu5FeS4), kovelit (CuS), kalkosit (Cu2S) adalah sumber-sumber tembaga, begitu juga dengan karbonatazurit (Cu3(CO3)2(OH)2) dan malakit (Cu2CO3(OH)2) dan oksidanya: kuprit (Cu2O). Tembaga asli juga terbentuk pada longgokan plaser tidak berekonomi.
Kebanyakan bijih tembaga dilombong atau disari dalam bentuk sulfida tembaga daripadalombong terdedah besar dalam longgokan tembaga porfiri yang mengandungi 0.4 hingga 1.0 peratus tembaga. Contoh-contoh termasuk: Chuquicamata di Chile dan Lombong El Chino diNew Mexico. Kelimpahan purata tembaga yang dijumpai dalam batuan kerak adalah kira-kira 68bpj mengikut jisim, dan 22 bpj mengikut atom.
Ketul Plaser Tembaga Asli

Tembaga asli
Majlis Antara Kerajaan bagi Negara-negara Pengeksport Tembaga (CIPEC), tidak lagi berfungsi semenjak 1992, pernah sekali cuba untuk memainkan peranan yang serupa seperti OPEC bagiminyak, tetapi tidak pernah mencapai pengaruh yang sama, kerana pengeluar kedua terbesar, iaituAmerika Syarikat, tidak pernah menganggotainya. Ditubuhkan pada tahun 1967, anggota-anggota utama adalah ChilePeruZaire, dan Zambia.
Harga tembaga telah meningkat lima kali ganda semenjak 1999, meningkat daripada $0.60 perpaun pada Jun 1999 kepada $3.75 per paun pada Mei 2006.

Sebatian
Keadaan pengoksidaan biasa bagi tembaga termasuklah keadaan kuprum(I) yang kurang stabil, Cu+; dan keadaan yang lebih stabil kuprum(II), Cu2+, yang membentuk garam dan larutan berwarna biru atau biru kehijauan. Dalam keadaan yang luar biasa, keadaan pengoksidaan 3+ dan yang lebih jarang iaitu keadaan 4+ boleh dicapai.
Kuprum(II) karbonat berwarna hijau dan ini merupakan punca kepada rupa yang menarik pada atap atau kubah bersalut tembaga pada sesetengah bangunan. Kuprum(II) sulfat membentuk hablur pentahidrat biru yang mungkin merupakan sebatian kuprum paling dikenali dalam makmal. Ia digunakan sebagai racun kulat, juga dikenali sebagai campuran Bordeaux.
Terdapat dua oksida kuprum yang stabil, kuprum(II) oksida (CuO) dan kuprum(I) oksida (Cu2O). Oksida kuprum digunakan untuk menghasilkan yttrium barium kuprum oksida (YBa2Cu3O7-δ) atau YBCO yang merupakan asas kepada kebanyakan superkonduktor tak lazim.
·        Sebatian kuprum (I) : kuprum(I) kloridakuprum(I) bromidakuprum(I) iodidakuprum(I) oksida.
·        Sebatian kuprum (III) , jarang: kalium heksaafluorokuprat (K3CuF6)
·        Sebatian kuprum (IV) , sangat jarang: sesium heksafluorokuprat (Cs2CuF6)
Kuprum (I) dan kuprum (II) juga masing-masing digelar dengan nama lazimnya, kuprus dan kuprik.





Ujian untuk ion kuprum(II)
Tambahkan natrium hidroksida berair. Mendakan biru kuprum(II) hidroksida akan terhasil, melalui penyesaran ion kuprum oleh ionnatrium.
Persamaan ion:
Cu2+(aq) + 2OH(aq) → Cu(OH)2(s)
Tambah ammonia berair. Mendakan akan terhasil, yang kemudiannya terlarut apabila lebihan ammonia ditambahkan, untuk membentuk kompleks ammonia biru laut, tetraaminakuprum(II).
Persamaan ion:
Cu2+(aq) + 4NH3(aq) → [Cu(NH3)4]2+(aq)